er

Monday, 30 June 2014

Pengaruh Pertambahan Penduduk Terhadap Kesejahteraan Sosial Ekonomi

Pertambahan penduduk merupakan hal paling mendasar dalam pembangunan suatu negara. Dalam nilai universal, penduduk merupakan pelaku dan sasaran pembangunan sekaligus yang menikmati hasil pembangunan.Pertambahan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran.

Terkadang, pertambahan penduduk menjadi suatu masalah. Masalah kependudukan merupakan masalah yang cukup mendapat perhatian. Masalah kependudukan mendapat perhatian karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia itu sendiri beserta lingkungannya.





Indonesia adalah salah satu negara yang tidak luput dari masalah kependudukan. Pertambahan penduduk yang cepat, penyebaran penduduk yang tidak merata dan kualitas penduduk yang rendah, merupakan ciri-ciri masalah kependudukan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang cepat, akan mengakibatkan terjadinya struktur penduduk muda, sehingga angka ketergantungan tinggi. Keadaan yang demikian akan menjadi beban dalam pembangunan yang telah tercapai sebagian hanya digunakan untuk konsumsi penduduk yang tidak produktif.

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki luas daratan sekitar 2juta km dan merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk paling padat nomor empat di dunia. Kepadatan penduduk ini di sebabkan oleh factor – factor tertentu seperti ; Fertilitas, Moralitas dan Migrasi. Kepadatan penduduk yang tidak terkendali ini akan menyebabkan terjadinya ledakan penduduk.

Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa ; penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk.

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali telah mengakibatkan munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh dan permukiman liar. Untuk mencapai upaya penanganan yang berkelanjutan tersebut, diperlukan penajaman tentang kriteria permukiman kumuh dan permukiman liar dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta lingkungannya.

Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampak darinya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan, serta hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.

Jumlah penduduk yang besar dalam hal ini, selain membuat kerugian, juga ada keuntungannya, dengan pertumbuhan penduduk rakyat jadi makin bisa saling bersosialisai, bermusyawarah, dan bersilahturahmi memprkuat kerukunan dan kesatua. Dan hubungannya dengan kesejahteraan banyak, seperti halnya, dengan adanya pertumbuhan penduduk, jadi semakin banyak orang-orang baru yang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama dalam HAL IT/Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera, knpa demikian, dengan adanya orang yang baru, yang memiliki inovasi dan menciptakan sesuatu yang baru, kita dapat merasakannya, dan juga dapat memperdayakan SDM yang ada dengan cara kita latih agar bisa seperti orang-orang baru tersebut.


Usaha yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk
 antara lain ; Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi, melaksanakan program Keluarga Berencana (KB), meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk, melaksanakan program transmigrasi, dan menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana


No comments:

Post a Comment