Pertambahan penduduk merupakan hal paling
mendasar dalam pembangunan suatu negara. Dalam nilai universal, penduduk
merupakan pelaku dan sasaran pembangunan sekaligus yang menikmati hasil pembangunan.Pertambahan penduduk
adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan
dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk
pengukuran.
Terkadang, pertambahan penduduk menjadi suatu masalah. Masalah
kependudukan merupakan masalah yang cukup mendapat perhatian. Masalah
kependudukan mendapat perhatian karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak
negatif terhadap kehidupan manusia itu sendiri beserta lingkungannya.
Indonesia adalah salah satu negara yang tidak
luput dari masalah kependudukan. Pertambahan penduduk yang cepat, penyebaran
penduduk yang tidak merata dan kualitas penduduk yang rendah, merupakan
ciri-ciri masalah kependudukan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang cepat,
akan mengakibatkan terjadinya struktur penduduk muda, sehingga angka
ketergantungan tinggi. Keadaan yang demikian akan menjadi beban dalam
pembangunan yang telah tercapai sebagian hanya digunakan untuk konsumsi
penduduk yang tidak produktif.
Indonesia merupakan sebuah negara yang
memiliki luas daratan sekitar 2juta km dan merupakan negara yang memiliki
jumlah penduduk paling padat nomor empat di dunia. Kepadatan penduduk ini di
sebabkan oleh factor – factor tertentu seperti ; Fertilitas, Moralitas dan
Migrasi. Kepadatan penduduk yang tidak terkendali ini akan menyebabkan
terjadinya ledakan penduduk.
Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on
the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa ; penduduk bertambah
menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan
demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada produksi makanan yang
dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan
penduduk.
Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali telah mengakibatkan
munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh dan permukiman liar. Untuk mencapai
upaya penanganan yang berkelanjutan tersebut, diperlukan penajaman tentang
kriteria permukiman kumuh dan permukiman liar dengan memperhatikan kondisi
sosial ekonomi masyarakat serta lingkungannya.
Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan
dengan segala dampak darinya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan
yang ditelantarkan, serta hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan
populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit
mengingat persoalan terkait dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh
kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya pasangan yang baru menikah,
untuk merencanakan jumlah anak.
Jumlah penduduk yang besar dalam hal ini,
selain membuat kerugian, juga ada keuntungannya, dengan pertumbuhan penduduk
rakyat jadi makin bisa saling bersosialisai, bermusyawarah, dan bersilahturahmi
memprkuat kerukunan dan kesatua. Dan hubungannya dengan kesejahteraan banyak,
seperti halnya, dengan adanya pertumbuhan penduduk, jadi semakin banyak
orang-orang baru yang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama dalam HAL
IT/Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera, knpa demikian,
dengan adanya orang yang baru, yang memiliki inovasi dan menciptakan sesuatu
yang baru, kita dapat merasakannya, dan juga dapat memperdayakan SDM yang ada
dengan cara kita latih agar bisa seperti orang-orang baru tersebut.
Usaha yang harus
dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk
antara lain ; Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi, melaksanakan program Keluarga Berencana (KB), meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk, melaksanakan program transmigrasi, dan menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana
antara lain ; Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi, melaksanakan program Keluarga Berencana (KB), meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk, melaksanakan program transmigrasi, dan menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana

No comments:
Post a Comment